Analysis of National Security Mitigation Strategy Effectiveness Against 2025 Cyber Warfare Escalation

Authors

  • Rizki Dewantara Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon Author
  • Gina Khayatun Nufus Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon Author
  • Eko Jhony Pranata Universitas Wira Buana Author
  • Fariz Noor Djati Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon Author

DOI:

https://doi.org/10.65897/jais.v2.i1.80

Keywords:

Anomaly Traffic, Cybersecurity, Cyberwarfare, Digital Sovereignty, National Security

Abstract

Advances in internet technology have created a global interconnectedness that has sparked the threat of cyberwarfare against national security. The main issue facing Indonesia is its high vulnerability to digital attacks, with 3.64 billion traffic anomalies recorded in early 2025. This study aims to analyze the various types, levels of danger, and impacts of cyberattacks in disrupting the stability of national sovereignty. The research method employed is non-interactive qualitative analysis through a review of secondary documents from scientific journals and official reports from cyber authorities. The results indicate significant fluctuations in traffic anomalies, with the highest peak reaching 615.4 million incidents in June 2025. Attack trends are shifting from technical exploitation toward social engineering that targets users’ psychological vulnerabilities. In conclusion, Indonesia remains in the category of vulnerable nations, necessitating strengthened regulations and enhanced human resource capacity to address the evolving cyber threats.

References

[1] A. P. Yanuar, “Cyber War: Ancaman Baru Keamanan Nasional dan Internasional,” Jurnal Keamanan Nasional, vol. VII, no. 1, pp. 23-35, 2021.

[2] I. K. Rahakbauw dan I. A. Batubara, “Analisis Potensi Ancaman Siber pada Bidang Ekonomi di Indonesia,” Jurnal Kajian Stratejik Ketahanan Nasional, vol. 7, no. 1, 2024.

[3] B. A. Darumaya, S. Maarif, T. S. L. Toruan, dan Y. Swastanto, “Pemikiran Potensial Ancaman Perang Siber di Indonesia: Suatu Kajian Strategi Pertahanan,” Jurnal Keamanan Nasional, vol. 9, no. 2, pp. 299-324, 2023.

[4] Bloomberg Technoz, “BSSN Catat 3,64 Miliar Serangan Siber Selama Januari-Juli 2025,” 2025.

[5] BSSN, Badan Siber dan Sandi Negara, Laporan Bulanan Publik Hasil Monitoring Keamanan Siber Bulan Januari - Desember 2025, Jakarta, 2025.

[6] BPIP-CSIRT, “Ancaman Siber 2025: Indonesia Harus Waspada AI Agentik,” 2025.

[7] I. Armansyah, Y. Tabrani, M. S. Khoir, D. W. Putra, dan A. E. Augustia, “Studi Kasus Serangan Ransomware Brain Cipher pada Pusat Data Nasional Indonesia,” BIN: Bulletin Of Informatics, vol. 3, no. 1, pp. 85-89, 2025.

[8] S. Tommy dan M. I. P. Nasution, “Evaluasi Manajemen Risiko Keamanan Siber Pada Infrastruktur Digital Pemerintah: Studi Kasus Pusat Data Nasional (PDN),” Jurnal Manajemen Ekonomi dan Bisnis, vol. 4, no. 1, 2025.

[9] E. R. M. Sembiring, N. Nurbaiti, dan A. N. Daulay, “Pengaruh Ancaman Siber Ransomware dan Gangguan Sistem Layanan Mobile Banking Terhadap Kepercayaan Nasabah pada Bank BSI KCP Kisaran,” Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial, vol. 5, no. 4, pp. 880-887, 2024.

[10] R. Dewantara dan B. Sugiantoro, “Evaluasi Manajemen Keamanan Informasi Menggunakan Indeks Keamanan Informasi (KAMI) pada Jaringan (Studi Kasus: UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta),” Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, vol. 8, no. 6, pp. 1137-1148, 2021.

[11] SGU, “From Policy to Practice: How Indonesia's UU PDP 2022 Shapes Cybersecurity Readiness 2025,” Swiss German University.

[12] BSSN, “Peraturan Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2025 Tentang Rencana Strategis Badan Siber dan Sandi Negara,” 2025.

[13] L. Judijanto dan R. Dewantara, “Visualisasi Domain Pengetahuan dan Analisis Tren Riset dalam Bidang Inovasi Berkelanjutan,” Sanskara Ekonomi dan Kewirausahaan, vol. 4, no. 1, pp. 51–63, 2025.

[14] InfoKomputer, “Keamanan Siber APAC 2026: Tantangan Kuantum, AI, dan Ketahanan Digital,” 2026.

[15] Microsoft Source, “Jawab Kebutuhan Talenta Keamanan Siber, Peserta Program Ready4Security Berhasil Rancang Solusi Keamanan Siber di Kompetisi U-Connect,” 2024.

[16] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung: Alfabeta, 2019.

[17] K. E. A. Tampubolon, “Perbedaan Cyber Attack, Cybercrime, dan Cyber Warfare,” Jurist-Diction, vol. 2, no. 2, p. 539, 2019.

[18] R. Dewantara dan D. Rizky April Yadi, “Studi Perbandingan Kesadaran, Pengetahuan, Dan Perilaku Cyber Security Di Indonesia,” The Journal Implementation of Data Science, vol. 1, no. 1, 2023.

[19] R. Dewantara, E. J. Pranata, dan U. Latifah, “Peningkatan Keamanan Jaringan Sekolah Melalui Pelatihan Cyber Security di SMK 7 PURWOREJO,” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat IBISA, vol. 2, no. 2, pp. 7–12, 2024.

[20] D. F. Putri, Andriani, W. R. Sari, dan F. L. Nabbila, “Analisis Perlindungan Nasabah BSI Terhadap Kebocoran Data Dalam Menggunakan Digital Banking,” Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen, vol. 1, no. 4, pp. 173-181, 2023.

Downloads

Published

2026-05-14

Issue

Section

Articles

How to Cite

[1]
R. Dewantara, G. K. . Nufus, E. J. . Pranata, and F. N. . Djati, “Analysis of National Security Mitigation Strategy Effectiveness Against 2025 Cyber Warfare Escalation”, J. Appl. Inf. Sci., vol. 2, no. 1, pp. 13–18, May 2026, doi: 10.65897/jais.v2.i1.80.

Statistics

246 Views 309 Downloads